Banner

Banner

10.4.11

Cara Merawat Baterai Lithium

Perangkat brgerak yang banyak beredar saat ini, baik ponsel, smartphone, laptop, kebanyakan sudah menggunakan baterai Lithium. Ada dua tipe baterai Lithium, Li-Ion dan Li-Polymer. Sifat perawatan keduanya sama saja. Tapi jika dibandingkan, antara baterai Li-ion dengan Li-Poly, Li-poly rata-rata punya penurunan daya hidup yang lebih besar.

Tapi belakangan, pemanufaktur mengumumkan bahwa baterai tipe ini bisa di cas lebih dari 500 kali sebelum kapasitasnya turun jadi 80%-nya saja (lihat Sanyo). Varian Li-poly lainnya, yang menggunakan film tipis sebagai baterai lithium rechargeable-nya, malah bisa 10.000 kali pengecasan sebelum dayanya berkurang. Nah biar, daya hidup baterai kamu terpelihara, berikut tipsnya:

  • Perangkat bergerak yang akan dicas sebaiknya dalam kondisi mati. Ini akan membantu baterai mencapai voltase terendahnya tanpa terhalang. Indikator pengisian pun makin akurat.
  • Lakukan pengecasan pada suhu ruang
  • Baterai Lithium tidak perlu pengisian penuh. Pengisian sebagian malah lebih baik.
  • Jangan menggunakan baterai hingga dayanya habis. Lebih baik lakukan pengecasan sesering mungkin sebelum baterainya habis.
  • Charger menggunakan metode yang berbeda untuk indikator siap-pakai. Lampu indicator tidak selalu menunjukkan keadaan sebenarnya, bahwa baterai telah penuh dicas.
  • Jangan lanjutkan menggunakan charger atau baterai kamu, jika perangkat tiba-tiba mengalami panas berlebih.
  • Sebelum baterai lithium disimpan dalam waktu lama, caslah baterai hingga mencapai sekitar 40% – 50%.
  • Baterai yang mati dalam waktu lama bisa dihidupkan lagi. Tapi, ketika ketika boost dilakukan dan voltase baterai tidak kembali ke level normal baterai kamu siap dibuang.

No comments:

Post a Comment

Please Your Speaking